Gue pernah kesel banget waktu setrika kesayangan mendadak mati padahal baru beli setahun lalu. Dipikir-pikir, kok bisa cepet amat rusak? Ternyata setelah ngobrol sama tukang servis langganan di kampung, ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar bikin alat listrik di rumah cepat jebol. Dan lucunya, kebiasaan ini hampir semua orang di sekitar gue lakuin. Termasuk gue, dulu.
Nah, buat kamu yang tinggal di kota kecil atau desa seperti gue, artikel ini mungkin bakal ngena. Bukan soal merek atau harga barang, tapi soal cara kita memperlakukan alat-alat listrik sehari-hari. Kadang yang bikin boros dan rusak justru hal-hal yang kita anggap remeh.
1. Cabut Colokan Cuma Kalau Ingat, Padahal Ini Sumber Masalah
Ini yang paling sering gue temuin. Banyak orang mikir kalau alat listrik sudah dimatikan tombolnya, berarti sudah nggak makan listrik. Padahal masih banyak alat yang tetap nyedot daya walau posisi off, apalagi yang pakai adaptor atau charger. Namanya standby power, dan diam-diam dia bikin tagihan naik sekaligus bikin komponen di dalam alat terus panas.
Charger HP yang ditinggal di colokan semalaman, misalnya. Atau TV yang cuma dimatiin pakai remote. Lama-lama komponennya capek juga. Gue dulu heran kenapa adaptor router di rumah cepet banget panas dan akhirnya rusak. Ternyata karena nggak pernah gue cabut, bahkan waktu mau tidur. Sejak rutin cabut colokan yang nggak dipakai, adaptor baru gue udah setahun lebih masih adem.
Baca juga: Lampu LED vs Lampu Hemat Lama: Pilihan Mana buat Pensiunan?
Solusinya simpel kok. Kalau nggak dipakai ya cabut. Nggak perlu ribet, cukup biasain pas mau tidur atau pas mau keluar rumah.
2. Debu di Belakang Kulkas Itu Musuh yang Nggak Kelihatan
Coba deh cek belakang kulkas kamu sekarang. Kalau ada lapisan debu tebal di bagian kisi-kisi atau kumparan di belakangnya, itu tanda kamu perlu bersihin. Debu yang numpuk bikin kulkas kerja lebih keras buat buang panas, jadi kompresornya nyala terus dan listriknya makin boros. Lama-lama kompresor bisa rontok duluan.
Gue inget banget waktu kulkas di rumah ortu mulai nggak dingin padahal baru lima tahun. Tukang servis cuma bersihin bagian belakang, langsung normal lagi. Sejak itu, tiap dua bulan sekali gue biasain nyapu debu di belakang kulkas pakai kuas atau vacuum kecil. Simpel, nggak sampai lima menit, tapi efeknya kerasa banget ke tagihan dan umur kulkas.
Barang elektronik itu bukan cuma soal dipakai atau nggak. Cara kita rawat, termasuk hal-hal kecil yang nggak kelihatan, yang nentuin dia awet atau cepat rusak.
3. Nyalain Alat Listrik ke Colokan yang Sama Terus-terusan
Ini kebiasaan yang sering banget di rumah-rumah kampung, termasuk rumah gue dulu. Satu colokan dipakai buat rice cooker, setrika, dan charger sekaligus pakai terminal atau stop kontak cabang murah. Kelihatannya praktis, tapi arusnya jadi berat dan bisa bikin kabel panas, colokan meleleh, bahkan memicu korsleting.
Selain bahaya, alat listriknya juga jadi cepat rusak karena tegangan nggak stabil. Setrika yang dipakai barengan sama rice cooker bisa mati mendadak gara-gara arus kelebihan. Kalau di rumah kamu cuma ada satu-dua colokan, mending atur jadwal pakainya. Nggak usah nyalain semua alat berat barengan.
Kenapa Ini Jarang Dibahas?
Mungkin karena nggak kelihatan langsung efeknya. Orang lebih gampang nyalahin barangnya yang murah atau mereknya yang jelek, padahal kebiasaan pakainya yang bikin cepat rusak. Padahal kalau kita sadar, perawatan barang dan hemat energi itu sebenarnya satu paket. Barang yang dirawat baik otomatis lebih hemat listrik karena nggak kerja ekstra.
4. Nggak Pernah Bersihin Filter dan Lubang Angin Alat
Kipas angin, AC, mesin cuci, bahkan rice cooker punya lubang angin atau filter yang kalau kotor bikin alat kerja lebih berat. Kipas angin yang baling-balingnya penuh debu butuh tenaga lebih buat muter, jadi motornya cepat panas. AC yang filternya kotor bikin kompresor nggak pernah istirahat.
Gue sempat kaget waktu buka penutup belakang kipas angin di kamar. Debu numpuk sampai baling-balingnya susah muter. Setelah dibersihin, anginnya jadi lebih kencang dan suaranya lebih halus. Nggak perlu alat mahal, cukup kuas kecil dan lap basah. Biasain bersihin sebulan sekali, terutama kalau rumah dekat jalan atau area berdebu.
5. Simpan Alat Listrik di Tempat Lembap atau Kena Panas Langsung
Ini yang sering kelewat. Banyak orang nyimpen setrika atau blender di dekat jendela yang kena panas matahari langsung, atau di dapur yang lembap. Panas dan lembap itu dua musuh besar buat komponen elektronik. Karet jadi getas, kabel cepat mengeras, dan bagian dalam alat bisa berjamur atau korosi.
Di rumah gue dulu, mixer disimpan di rak dekat kompor. Nggak sampai dua tahun, kabelnya mengeras dan tombolnya macet. Sekarang gue biasain nyimpen alat listrik di tempat kering, jauh dari kompor dan jendela. Kalau perlu, taruh di kotak atau plastik tertutup biar nggak kena debu dan uap dapur.
Intinya, barang elektronik di rumah itu kayak barang lain. Dia butuh dirawat, bukan cuma dipakai. Dan kabar baiknya, kebiasaan-kebiasaan di atas nggak butuh biaya. Cuma butuh kesadaran dan sedikit rutinitas. Mulai dari cabut colokan, bersihin debu, dan atur pemakaian alat berat, kamu udah nyelametin dompet sekaligus bikin barang di rumah lebih awet. Coba deh mulai minggu ini, satu kebiasaan dulu juga nggak apa-apa.